Budidaya semut rangrang, peluang usaha baru yang menjanjikan

| June 25, 2013 | 2 Comments

Semut merah atau banyak kita kenal dengan nama semut rangrang, mempunyai nama latin Oecophylla smaragdina. Disebut semut merah karena semut tersebut  berwarna merah kehitam-hitaman. Semut jenis ini dikenal sebagi semut yang agresif dan gigitan semut rangrang ini sangat terasa sakit jika sampai menggigit tubuh kita.

Akan tetapi dibalik gigitan semut yang menyakitkan ini ternyata semut rangrang dapat menjadi sumber penghasilan. Meskipun gigitan semut rangrang ini cukup menyakitkan, semut ini terbukti mampu menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Telur semut rangrang atau yang kita kenal dengan nama “kroto” banyak dikenal oleh para pecinta burung berkicau sebagai pakan yang bisa menghasilkan burung dengan kicauan yang berkualitas tinggi. Disamping itu para pemancing juga sering memanfaatkannya sebagai umpan.

Budidaya semut rangrang atau kroto

budidaya semut rangrang

Karena nilai ekonomi yang begitu tinggi dan permintaan pasar yang begitu besar maka banyak dari masyarakat kita yang berprofesi sebagai pencari kroto. Harganya yang lumayan tinggi (bisa mencapai seratus ribu lebih) apabila di musim penghujan menjadikan kini mulai tumbuh usaha untuk membudidayakan jenis semut ini. Semut rangrang bisa dibudidayakan,secara tradisional maupun secara intensif. Budidaya semut rangrang secara tradisional bisa kita kembangkan dengan memindahkan segerombolan koloni/sarang dari pohon yang satu kepohon yang lainya.

Ternak semut rangrang atau kroto dengan media toples

Kini ada cara baru dalam budidaya semut rangrang yaitu dengan teknis budidaya semut rangrang secara rumahan. Cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan media berupa rak yang disusun bertingkat dan membuat sarang semut dari bahan plastic (botol,toples) sebagai pengganti daun yang biasa dianyam semut rangrang sebagai sarang mereka. Teknik budidaya ini sangat efektif karena tidak memerlukan tempat yang luas bahkan jika kita hanya mempunyai ruang sebesar 1 m persegi pun bisa kita pergunakan. Teknik budidaya ini mampu menghasilkan kroto dengan kualitas yang sangat bagus karena hasil kroto (telur semut rangrang) berwarna putih bersih dan kering serta tidak bercampur kotoran sebagaimana kita temukan di kroto hasil tangkapan kebun. Disamping kualitas super juga waktu panen bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita, mau harian mingguan ataupun bulanan.

ternak semut rangrang

Budidaya semut rangrang menjanjikan peluang usaha yang mempunyai prospek cerah. Harga kroto yang cukup tinggi serta permintaan yang sampai saat ini belum bisa dipenuhi dari kroto hasil tangkapan kebun yang notabene mempunyai mutu dibawah hasil budidaya rumahan.

Budidaya semut rangrang juga mudah dikerjakan serta tidak menyita waktu. Setiap koloni semut rata-rata bisa menghasilkan 0,5 ons sampai dengan 2 ons kroto untuk sekali panen. Bayangkan apabila kita mempunyai ribuan koloni semut rangrang.

Makanan semut rangrang sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai protein daripada gula. Kita bisa memberi makan semut rangrang berupa gula dan bebrapa jenis serangga seperti jangkrik, ulat dan sebagainya.

Kunci keberhasilan bisnis

Kunci keberhasilan dalam bisnis ini adalah keuletan serta ketekunan dalam berusaha serta keyakinan bahwa usaha kita akan berhasil. Seperti apapun besarnya peluang, semudah apapun teknik budidaya,  bahkan sebesar apapun modal yang dimiliki tanpa keyakinan maka semuanya akan sia – sia.

Jadi segera belajar dan segera lakukan karena mungkin jika kita menunda maka moment yang bagus ini bisa jadi sudah diambil oleh orang lain.

 

Untuk motivasi bisnis dan teknik budidaya semut rangrang bisa menghubungi:

Syamsul M Hilal

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kab. Kulon Progo, Yogyakarta.

HP : 0813 2879 0885 atau 085799108579. (NO SMS).

Tags: , , ,

Category: Usaha Sampingan

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. tomi says:

    ayoo kita bisnis ini apa mas> kroto kan banyak dicari untuk pakan burung

Leave a Reply